home icon
search icon
menu icon
Pusat Bahasa Universitas Sumatera Utara

Tentang

Tentang

Tentang Pusat Bahasa Universitas Sumatera Utara

Pusat Bahasa didirikan pada tahun 1986 awalnya masih merupakan bagian dari Fakultas Sastra USU. Pendirian Pusat Bahasa dimaksudkan untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris kepada staf pengajar USU yang akan melanjutkan studi magister dan doktoral di luar negeri. Di akhir tahun 1980an, Pusat Bahasa menempati gedung sendiri di Jl. Abdul Hakim No.1 Kampus USU dan statusnya berubah menjadi lembaga penunjang pendidikan di tingkat Universitas. Setelah berhasil menyelenggarakan proses pelatihan bahasa Inggris untuk staf pengajar USU, Pusat Bahasa membuka program BIPA (Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing), namun dalam beberapa tahun terakhir program BIPA tidak diselenggarakan lagi.

Adanya tuntutan untuk memperluas cakupan tugas, Pusat Bahasa pun berkembang dengan memberikan layanan kebahasaan lainnya tidak semata-mata memberikan pelatihan bahasa Inggris saja. Layanan lain ini berupa terjemahan, interpretasi dan sebagainya termasuk pengujian kebahasaan (TOEFL).
Pada saat ini, peminat yang paling banyak mengikuti program yang ditawarkan Pusat Bahasa USU adalah pelatihan TOEFL Preparation baik kelompok reguler maupun kelompok khusus. Sedangkan kegiatan utama Pusat Bahasa lainnya adalah menyelenggarakan tes TOEFL Prediction.

Setelah dirasakan adanya perkembangan yang signifikan dari Pusat Bahasa dan sejalan dengan kebijakan agar setiap mahasiswa pascasarjana yang akan meja hijau harus memiliki minimal skor TOEFL 450, maka Pusat Bahasa saat ini memiliki dua divisi yaitu divisi sertifikasi dan divisi kursus bahasa.
Sebagai lembaga yang telah dipercaya dan berwawasan ke depan, Pusat Bahasa USU senantiasa berusaha meningkatkan kualitas program dan kinerja profesional agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, pada tahun 2010 ini Pusat Bahasa melakukan penyegaran visioner, pembenahan manajerial dan penyusunan personalia serta program-program baru yang lebih spesifik, aktual dan relevan sehingga kelak dapat menjadi salah satu lembaga bahasa terpandang di Sumatera Utara khususnya dan di Indonesia umumnya.

Profil Direktur

direktur Pusat Bahasa

Dra. Roma Ayuni Aminoeddin Loebis, M.A.

Profil Direktur

Direktur Pusat Bahasa USU

Dra. Roma Ayuni A. Loebis, M.A. lahir di Medan, 22 Januari 1968. Beliau menempuh pendidikan sarjana (S-1) di Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Inggris pada tahun 1987-1991, dilanjutkan dengan program Magister (S-2) dalam bidang Linguistik di School of Humanities Universiti Sains Malaysia pada tahun 1995-1997. Beliau pernah menjadi anggota Senat Akademik Universitas Sumatera Utara pada tahun 2009-2013.
Beliau juga menulis artikel ilmiah, khususnya dalam bidang sosiolinguistik di beberapa media surat kabar, seperti Harian Waspada dan Analisa. Selain itu, beliau juga menjadi anggota Asean Muslim Community Association (AMCA) yang bergerak dalam bidang kajian humaniora sejak 2018 hingga sekarang.

Sejarah

1986

Sejarah Pusat Bahasa USU

Pusat Bahasa didirikan pada tahun 1986, yang pada awalnya masih merupakan bagian dari Fakultas Sastra USU, dimaksudkan untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris kepada staf pengajar USU yang akan melanjutkan studi S2 dan S3 di luar negeri.

1987-1989

Sejarah Pusat Bahasa USU

Di akhir tahun 1980an, Pusat Bahasa menempati gedung sendiri di Jl. Abdul Hakim No.1 Kampus USU dan statusnya berubah menjadi lembaga penunjang pendidikan di tingkat Universitas. Setelah berhasil menyelenggarakan proses pelatihan bahasa Inggris untuk staf pengajar USU, Pusat Bahasa membuka program BIPA (Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing), namun dalam beberapa tahun terakhir program BIPA tidak diselenggarakan lagi.

1990-2009

Sejarah Pusat Bahasa USU

Lembaga bahasa memberikan layanan kebahasaan lainnya berupa pengujian kebahasaan (TOEFL). Pusat Bahasa USU terus berkembang dengan lingkup kerja yang lebih luas dimana tugasnya tidak semata-mata memberikan pelatihan bahasa Inggris saja namun juga pelatihan bahasa asing lain serta layanan kebahasaan seperti terjemahan, interpretasi dan lainnya. Setelah dirasakan adanya perkembangan yang signifikan dari Pusat Bahasa dan sejalan dengan kebijakan agar setiap mahasiswa pascasarjana yang akan meja hijau harus memiliki minimal skor TOEFL 450, maka Pusat Bahasa saat ini memiliki dua divisi yaitu Divisi Sertifikasi dan Divisi Kursus Bahasa.

2010

Sejarah Pusat Bahasa USU

Sebagai lembaga yang telah dipercaya dan berwawasan kedepan, Pusat Bahasa USU senantiasa berusaha meningkatkan kualitas program dan kinerja profesional agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, pada tahun 2010 Pusat Bahasa melakukan penyegaran visioner, pembenahan manajerial, dan penyusunan personalia serta program-program baru yang lebih spesifik, aktual, dan relevan sehingga kelak dapat menjadi salah satu lembaga bahasa terpandang di Sumatera Utara pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.